Jumat, 24 April 2020

Praktikum III ( Jaringan Client-Server dan Jaringan Router pada Cisco Packet Tracer )

Bismillahirrahmanirrahim, 

Assalamualaikum
Pada postingan kali ini saya akan membahas mengenai cara membuat DHCP Server pada Cisco Packet Tracer dan bagaimana untuk mengasah kemampuan kita dalam jaringan, kali ini kita akan membuat satu jaringan, kita akan menghubungkan 2 buah jaringan yang mempunyai kelas ip yang berbeda. Berikut langkah – langkah agar dapat membuat 2 buah jaringan bisa terhubung dengan menggunakan sebuah router.


Prosedur Pengerjaan :

1.   Pertama buka terlebih dahulu cisco paket tracer

2.   Buatlah topologi seperti dibawah ini





3.   Untuk switch 0 hubungkan dengan Ge 0/0/0 di router, dan switch 1 Ge 0/1/0

4.   Tambah kan ip di router, klik routernya masuk pada menu config, pilih Gigabitethernet 0/0                   isikan ip kelas c 192.168.1.1. subnetmask 255.255.255.0 dan jangan lupa centang ON.

 

5.   Tambahkan juga di Gigabitethernet 0/0/1 dengan ip kelas a 10.10.10.1 dan subnetmask     255.255.255.0

 

6.    Kemudian atur IP Address pada Server 0, yakni 192.168.1.2 dengan subnet 255.255.255.0 serta Gateway(IP Router) 192.168.1.1, untuk DNS biarkan 0.0.0.0

 

7.    Selanjutnya membuat DHCP Server pada server 0, 

caranya klik Services > DHCP > on . Kemudian isi Default Gateway nya dengan IP Router 192.168.1.1,Start ip mulai dari 192.168.1.3 dan subnet 255.255.255.0 kemudian untuk max user yang akan diberikan IP oleh DHCP Service set menjadi 10 jika sudah semua di setting pada DHCP, kemudian save.

 

8.    Kemudian Setting IP pada PC 0, 

Caranya klik Desktop > IP configuration > pilih DHCP, tunggu sebentar maka kolom IP Address akan terisi otomatis sesuai IP Address yang di berikan oleh Server 0. Lakukan langkah berikut pada PC yang lain untuk mendapatkan IP secara otomatis dari Server. 

 

9.    Setelah mendapatkan IP secara DHCP dari Server, sekarang coba ping dari PC 0 ke Server 0 untuk memastikan client pada jaringan 1 ini sudah terhubung dengan Server nya. Ping IP Server 0, apabila Reply maka Jaringan Client-server 1 ini sudah terkoneksi secara DHCP. Lakukan juga Ping test pada semua PC ke Server dan PC ke PC agar lebih memastikan suksesnya konfigurasi.


10.   Selanjutnya Setting IP Address untuk  Server 1 menjadi 10.10.10.2 dengan subnet 255.0.0.0, lalu untuk Default Gateway adalah 10.10.10.1.

 

11.   Selanjutnya membuat DHCP server 1,

caranya klik Services > DHCP > on . Kemudian isi Default Gateway nya dengan IP Router 10.10.10.1,Start ip mulai dari 10.10.10.3 dan subnet 255.0.0.0 kemudian untuk max user yang akan diberikan IP oleh DHCP Service set menjadi 10 jika sudah semua di setting pada DHCP, kemudian save.

 

12.   Selanjutnya setting IP Address tiap PC yang terhubung dengan Server 1,

Caranya klik Desktop > IP Confiuration > pilih DHCP, maka IP akan automatis terisi dengan IP yang disediakan oleh DHCP Server.Lakukan langkah berikut pada PC yang lain untuk mendapatkan IP secara otomatis dari Server.

 

13.   Untuk memastikan PC sudah terhubung dalam satu jaringan dengan Server,  lakukan Tes Ping dari PC ke server, apabila respon adalah Reply maka PC dengan Server sudah saling terhubung dalam sati jaringan. 
 

14.     Tahap pengecekan, setelah kedua server dan router sudah disetting, saatnya memastikan apakah kedua jaringan  sudah terhubung atau belum , maka lakukan test Ping. Ping dari server 1   ke PC client  yang ada di Server 0. Jika hasilnya Reply maka kedua jaringan 1 dengan jaringan 2 sudah saling terhubung.
15.   Ulangi langka 14  pada semua PC agar memastikan semua perangkat pada jaringan yang berbeda sudah saling terhubung via Router. 

Kesimpulan Percobaan :  
server untuk mempermudah apabila kita ingin menambahkan IP, karena berfungsi untuk memudahkan agar tidak terjadi IP Conflict(IP bentrok), Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server.DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu tertentu dari server.
Server dapat digunakan untuk berbagai macam, yaitu untuk DHCP, yaitu untuk memberikan IP pada client secara otomatis, dan memberikan batasan IP yang di perbolehkan.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar