Jumat, 08 Mei 2020

Praktikum V ( Konfigurasi WebServer dan Simulasi VLAN pada Cisco Packet Tracer )

assalamualaikum

Pada kali ini saya akan menjelaskan tutorial setting WebServer pada Cisco Packet Tracer dan membuat simulasi VLAN pada jaringan sederhana.

Prosedur praktikum : 


  1. Setting WebServer pada Cisco Packet Tracer


1.   Pertama buka aplikasi Cisco kalian lalu buat 1 Server dan 1 PC lalu hubungkan dengan kabel cross


2.   Setting IP Server menjadi 192.168.7.1 dan subnet masknya 255.255.255.0 dan atur IP PC kalian menjadi 192.168.7.2


 




3.   Selanjutnya klik Server, pilih bagian services > HTTP > On. Lalu akan muncul tampilan halaman-halaman HTML yang merupakan halaman-halaman default dari Web Server. Pilih file Index.html kemudian pilih edit



4.   Hapus seluruh isi index.html 



5.   Kemudian tambahkan kode html yang baru pada index.html



6.   Kemudian pada halaman HTTP Server, pilih New file.
 



7.   Lalu untuk file name isikan gallery.html, kemudian untuk isi dari file gallery.html nya bebas. Setelah diisi, pilih save.




8.   Apabila ingin Menambahkan foto pada gallery.html maka klik import masukan file fotonya



9.   Klik PC kalian, kemudian pilih Web Browser.    
 




10.   Lalu pada URL isikan alamat IP dari Server, kemudian pilih Go. Maka akan muncul tampilan halaman index.html yang diisikan tadi. Lalu klik Gallery.



11.   Maka setelah Gallery di klik, akan dialihkan ke halaman gallery.html, perhatikan tampilannya, maka tampilan gallery.html akan sesuai dengan barisan kode yang kita isikan pada saat pembuatan halaman gallery tersebut.
 




Konfigurasi WebServer berhasil dibuat dan berhasil terhubung


B.Membuat Simulasi Jaringan VLAN


      1. Buatlah topologi seperti gambar dibawah ini dengan
·         PC pada LAB-A menggunakan port 1-10
·         PC pada LAB-B menggunakan port 11-20
·         Server1 menggunakan port Ge 0/1
·         Server2 menggunakan port Ge 0/2
·         Hubungkan semua device menggunakan kabel straight 




      2. Kemudian klik switch > CLI > tekan enter


     3. Masukkan perintah untuk menambahkan vlan seperti di bawah ini




      4. Selanjutnya ketikkan sh vlan pada CLI switch untuk mengetahui apakah vlan sdh aktif





      5. Setelah melihat isi dari vlan, kemudian ketikan conf t, untuk mengonfigurasi terminal Switch, kemudian ketikan int fa0/1 untuk mengkonfigurasikan port fa0/1. Setelah masuk ketikan perintah switchport access vlan 100, perontah tersebut untuk memasukan port fa0/1 ke dalam vlan 100 yang sudah dibuat tadi. Setelah memasukan port 0/1 ke vlan 100, ketik exit untuk keluar dari port 0/1. Kemudian masuk lagi ke port 0/2 dengan perintah int fa0/2. Kemudian ketikan lagi perintah switchport access vlan 100, jika sudah ketik exit. Ulangi perintah - perintah tersebut hingga port 10 atau int fa0/10.Dan untuk port 11 – 20 masukkan ke vlan 200. Seperti gambar di bawah ini




      6. Kemudian cek apakah kedua vlan terisi dengan port yang diisi tdi 





     7. Kemudian atur IP Server1 menjadi 192.168.1.1/24 dan Gatewaynya 192.168.1.254 (Ip pada Router pada port 0/0/0 )

      
     8. Kemudian setting DHCP pada Server1

 
      9. Selanjutnya setting Server2 dengan IP 172.168.10.1/24 dan Gateway 172.168.10.254(IP pada router port 0/0/1)


      10. Setting DHCP pada Server2



     11. Selanjutnya tambahkan router pada topologi,hubungkan router dari port 0/0 di router ke port 24 pada switch seperti pada gambar dibawah ini


      12. Selanjutnya masuk ke Router, masukan perintah -perintah seperti gambar dibawah. en > conf t > int fa0/0.100, perintah berikut maksudnya adalah port 0/0 pada Router yang terhubung ke vlan 100 alias Lab A. Jika sudah lanjut masukan perintah encapsulation dot1Q 100 maksudnya adalah mengencapsulasi vlan 100 dengan port 0/0 Router, kemudian isikan alamat IP nya yakni 192.168.1.254 /24 (IP inilah yang digunakan sebagai gateway oleh Server Lab A), jika sudah ketikan exit untuk keluar dari port 0/0.100. Selanjutnya enkapsulasi vlan 200 atau Lab B dengan port 0/0 Router, carabya sama dengan mengengkapsulasi vlan 100 hanya saja bedakan pada vlan nya saja. int fa 0/0.200 > encapsulation dot1Q 200 > ip add 172.168.10.254 /24(IP inilah yang dijadikan gateway oleh server Lab B). Jika sudah ketik exit.Seperti gambar dibawah ini



      13. Kemudian setelah mengencapsulasi kedua vlan dengan port 0/0 pada Router, saatnya mengaktifkan port 0/0 Router, caranya int fa0/0 > no shutdown. Maka port Router akan diaktifkan



      14. Masuk CLI Switch, kemudian ubah mode dari port Switch, caranya en > conf t > int fa 0/24 > switchport mode trunk. Jika sudah exit.

      
     15. Klik PC pada LAB-A setting menjadi DHCP


      16.Klik PC pada LAB-B setting menjadi DHCP


      17. Kemudian tes ping dari PC di LAB-A ke PC di LAB-B dan sebaliknya




     18. apabila di Reply maka percobaan kita dalam membuat VLAN dan Enkapsulasi kali ini telah sukses. Jika masih ragu lakukan Ping pada seluruh Client yang ada pada Lab A dan Lab B, jika semua nya saling me-Reply maka artinya sukses.







 





 









 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar